Benteng Pendem di Pulau Nusa Kambangan


Kondisi Benteng Pendem di Pulau Nusa Kambangan cukup memprihatinkan, selain tanpa perawatan yang layak juga terdapat coretan-coretan tangan jahil yang merusak keindahan dan kekokohan dindingnya.

Sebelumnya perlu diketahui bahwa di Cilacap terdapat dua nama Benteng Pendem, yaitu Benteng Pendem yang berada di Kawasan Wisata Teluk Penyu yang notabene lebih dikenal masyarakat umum karena berada di kawasan wisata dan menjadi salah satu objek wisata unggulan Cilacap. Sedangkan Benteng Pendem yang satu lagi berada di Pulau Nusa Kambangan yang tidak diketahui oleh banyak orang karena keberadaannya yang jauh serta sarana transportasi yang masih sulit sehingga harus menggunakan kapal nelayan dan harus dicarter karena rute ini bukan merupakan jalur transportasi.

Jalanan yang masih berbatu namun sudah cukup luas sehingga tidak terlalu menyulitkan perjalanan, hanya saja kondisi perjalanan yang terkadang menanjak dan menurun dirasakan cukup melelahkan, untung saja sepanjang perjalanan masih dilindungi oleh pepohonan yang cukup rindang sehingga teriknya matahari di pantai yang pada jam seperti ini cukup menyengat tidak kami rasakan sama sekali. Sekitar 15 menit kemudian akhirnya kami tiba di pintu gerbang Benteng Pendem.

Sebuah pintu yang berbentuk gua cukup besar dan berdinding sangat tebal, yang merupakan ciri khas sebuah benteng pertahanan yang sangat sulit untuk ditembus musuh menyambut kami. Di depan pintu tersebut tertulis petunjuk arah “Benteng 3 Tingkat” dan “Pantai Pasir Putih”, terlintas satu tempat tujuan lagi yaitu pantai pasir putih yang pada awalnya bukan merupakan tujuan kami, namun tetap kami menuju Benteng Pendem terlebih dahulu.

 

Selepas pintu tersebut mulailah terlihat bangunan dengan bentuk yang sangat besar dan dinding yang sangat tebal lainnya yang sudah mulai ditutupi oleh rambatan akar-akar pohon di sekitarnya. Kondisi Benteng Pendem di Pulau Nusa Kambangan ini cukup memprihatinkan, selain tanpa perawatan yang layak juga terdapat coretan-coretan tangan jahil yang merusak keindahan dan kekokohan dindingnya.



Ketika tim akan menuju bangunan utama Benteng Pendem, pendamping perjalanan kami menunjukkan sebuah lubang yang cukup dalam dan dia menyebutkan bahwa lubang ini adalah tempat “pembantaian”. Melihat kondisinya sangat cocok disebut sebagai lubang pembantaian karena lubangnya sangat dalam, dalam pikiran penulis, kalau saja orang jatuh ke lubang tersebut pastilah akan kehilangan nyawanya, pantas saja apabila disebut sebagai ruang pembantaian.

Bangunan utama Benteng Pendem tidaklah terlalu luas, namun seperti berada di sebuah puncak bukit, karena di sekitarnya adalah tebing yang sangat terjal sehingga bangunan utama ini menjadi bangunan yang tertinggi di Benteng Pendem. Pada ruangan utama terdapat 3 ruangan dan di salah satu ruangan terdapat semacam lorong vertikal ke bawah yang sangat dalam, berdasarkan penuturan pendamping perjalanan kami, lubang itu adalah jalan menuju ke penjara bawah tanah, hanya saja kami tidak dapat memasukinya selain tidak ada alat bantu, lubang itu juga cukup sempit.

Setelah puas melihat-lihat di ruang utama, kami diajak ke sebuah ruangan dan menuju ruangan tersebut harus melewati lorong dengan tangga yang cukup curam dan sangat gelap. Untungnya kami ditemani pendamping yang telah mempersiapkan perlengkapan seperti senter yang sangat diperlukan di kondisi gelap seperti ini. Sepanjang perjalanan di lorong ini suasana sangat mencekam, selain kondisi yang sangat gelap, udara yang sangat dingin, lorong yang sempit, tangga yang curam ditambah lagi cerita-cerita dari pendamping perjalanan kami yang menambah suasana semakin mencekam. Memang tidak dipungkiri benteng-benteng semacam ini pada zamannya selain digunakan sebagai tempat pertahanan juga dijadikan sebagai tempat menahan musuh, menyiksa musuh bahkan membunuh dan membantai musuh terkadang dengan cara-cara yang cukup sadis

Selepas menuruni lorong yang sangat gelap tersebut, kami tiba di sebuah ruangan lain, ruangan sebelah kiri adalah sebuah ruangan yang tidak terlalu luas sedangkan ruangan sebelah kanannya adalah ruangan yang cukup luas semacam aula. Sama seperti ruangan-ruangan lainnya ruangan ini juga sangat gelap dan dingin.

 

Benteng Pendem di Pulau Nusa Kambangan – Wisatasiana

 

 

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *