Konservasi Terumbu Karang di Kepulauan Seribu Oleh CDC


Para penyelam yang tergabung dalam Customs Diving Club (CDC), sebuah wadah persatuan penyelam Bea Cukai, meramaikan aksi sosial peduli lingkungan dengan mengadakan Konservasi Terumbu Karang (Coral Reef Conservation) di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu. Aksi ini berawal dari keprihatinan para diver CDC terhadap kondisi terumbu karang yang cukup kritis terutama di perairan Kepulauan Seribu. Untuk mereboisasi dasar laut, selain dengan cara propagasi karang (transplantasi karang), CDC pun memasang enam buah buoy atau tambat apung untuk tambatan kapal sehingga diharapkan mampu menyelamatkan terumbu karang dari hantaman jangkar perahu.

Kepulauan Seribu yang memiliki sarana edukasi fauna dan wisata bahari yang indah dengan berbagai daya tarik wisata alam sudah selayaknya dilestarikan. Panorama bawah laut Pulau Panggang dan Pulau Pramuka cukup indah dengan terumbu karangnya. Kita harus jaga kelestariannya, salah satunya dengan melakukan propagasi karang yaitu suatu cara memperbanyak koloni karang dengan cara mengambil sebagian karang (gragmentasi) yang kemudian diikatkan pada suatu substrat atau fish dome sebagai media untuk hidup dan tumbuh karang-karang tersebut.

Sejatinya keberadaan terumbu karang dan pantai pasir putih di Pulau Seribu yang cukup indah menjadi mahkota pulau dan daya tarik tersendiri bagi para pelancong terutama penyelam. Namun aktivitas yang tidak ramah lingkungan, terutama pemakaian alat tangkap ikan ilegal di sekitar perairan Kepulauan Seribu membuat ekosistem terumbu karang cukup mengkhawatirkan. Mengingat kondisi demikian, rehabilitasi terumbu karang di perairan tersebut terutama di Pulau Pramuka menjadi agenda utama yang dipilih CDC untuk merayakan Hari Pabean Internasional pada tahun 2016 ini.



Kunjungan wisatawan ke kepulauan di wilayah Provinsi DKI Jakarta terlihat ramai. Namun, belum diimbangi dengan peningkatan fasilitas wisata yang memadai. Transportasi antar pulau masih terbatas. Pengawasan dan perlindungan ekosistem lautnya pun belum terjamin. Padahal, Taman Nasional Kepulauan Seribu adalah salah satu wilayah yang menjadi habitat terumbu karang yang didominasi jenis koral di Indonesia. Sebagai sebuah ekosistem, secara langsung terumbu karang menjadi penunjang kehidupan berbagai jenis makhluk hidup yang ada di sekitarnya. Terumbu karang menyediakan tempat tinggal, mencari makan, dan berkembang biak bagi berbagai biota laut terutama ikan. Rusaknya terumbu karang akan berpengaruh langsung bagi kelangsungan hidup dan kelestarian berbagai hewan dan tumbuhan di laut.

Mungkin, bagi sebagian orang hal yang dilakukan CDC dinilai sederhana. Namun itu salah satu upaya untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga sumber daya alam dan ekosistem laut di tanah air. Pada intinya, kegiatan CDC ingin turut serta menjaga ekosistem bawah laut dan melestarikan potensi laut Indonesia.

Sumber: WBC Februari 2016

 

Konservasi Terumbu Karang di Kepulauan Seribu – Wisatasiana

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *