Jalan-jalan Ke Kota Vatikan


Perjalanan ke Vatikan kami tempuh dari Florence dengan kereta api Euro Star menuju Roma. Turun di stasiun Roma, dengan mudahnya kami mendapatkan kendaraan bis terbuka turis untuk menjelajahi kota Roma dan Vatikan. Kami langsung ikut antrian orang untuk tur ini, ada bus hijau dan merah, tergantung luas area yang ingin dijelajahi. Bangunan utama di kota Roma dan Vatikan yang utama adalah gereja, istana dan yang terkait dengannya seperti stadion.

Vatican City atau secara resmi State of the Vatican City (Stato della Città del Vaticano), adalah kota tersendiri dalam wilayah kota Roma. Luasnya 44 hektar, penduduknya sekitar 800 (menurut catatan pada lembar untuk turis), merupakan negara merdeka terkecil.



Nama “Vatican” berasal dari kata Latin Mons Vaticanus, artinya Gunung Vatican. Di dalam kota ini kami takjub oleh pandangan yang tertumbuk pada Lapangan Vatican dimana terdapat bangunan St. Peter’s Basilica, The Apostolic Palace, The Sistine Chapel, dan museum-museum. Area ini dahulu merupakan bagian dari Roman rione of Borgo sampai tahun 1929, dipisahkan dari Roma oleh sungai Tiber. Vatican City dipimpin oleh Paus, pemimpin tertinggi gereja katolik. Paus tinggal di kota ini pada istana Apostolic

Pengawal istana Paus adalah tentara laki-laki beragama Katolik, berkebangsaan Swiss terpilih. Uniknya pengawal ini memakai pakaian berwarna-warni.

Kios dalam bangunan disamping gereja menjajakan banyak pilihan cinderamata seperti prangko, salib, rosario. Rosarionya indah-indah terutama yang dibuat dari kaca Morano, suatu kesenian pembuatan kaca untuk berbagai kepentingan seperti penunjuk angka jam tangan, gelang, medali dan banyak lagi.

 

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *