Menikmati Pesona Alam Kotabaru


Kotabaru, Pulau Laut, Kalimantan Selatan sebuah pulau kecil dengan julukan bumi saijaan. Pulau ini terpisah sekitar 2 mil dari pulau Kalimantan. Meskipun pulau kecil, keindahan alamnya sangat banyak dan menarik untuk dikunjungi wisatawan karena tempatnya masih alami, memiliki daya tarik sendiri.

Di Kotabaru kita dapat menikmati keindahan gunung ‘bamega’ yang artinya gunung berawan karena selalu ditutupi oleh awan. Konon awan-awan tersebut dipindahkan ke bukit tinggi di Kotabaru oleh orang sakti untuk mendinginkan dan menyejukan Kotabaru yang suhunya panas dikarenakan banyak kandungan mineral didalamnya, antara lain batu bara.

Wisata Bahari Kotabaru

Beberapa panorama laut melengkapi destinasi wisata di Kotabaru, seperti Siring Laut, Pantai Gedambaan di Sarantiung dan beberapa wisata laut lainnya.

Dilatari pemandangan laut dan kapal-kapal serta dipagari dengan ukiran khas Kalimantan Selatan dan tanaman-tanaman hijau membuat Siring Laut sangat eksotis. Pengunjung bisa menikmati sunset di sore hari sambil menikmati kuliner seafood di Siring Laut yang menjadi jantung keramaian Kotabaru, sebuah panorama laut di tengah-tengah kota.

Banyak warung tenda menjual berbagai macam hidangan dari ikan laut. Ataupun wisatawan dapat menikmati mengendarai mobil hias yang disewakan disana. Jika beruntung, di Siring Laut biasanya sering diadakan festival kebudayaan, festival musik dan lain-lain sambil melihat pemandangan laut.

Destinasi wisata selanjutnya adalah Pantai Gedambaan berlokasi di Sarang Tiung, bahkan namanya lebih akrab dipanggil Pantai Sarang Tiung. Menjadi salah satu andalan objek wisata Kotabaru setelah Taman Siring Laut. Jika sudah menginjakan kaki di Kotabaru tidak lengkap rasanya jika tidak mengunjungi pantai Gedambaan atau pantai Sarang Tiung.

Pantai Gedambaan atau pantai Sarang Tiung berjarak 14 Km dari pusat kota Kotabaru dengan waktu tempuh 20 menit perjalanan darat. Kondisi jalan menuju ke pantai Gedambaan atau sarang tiung cukup sempit namun kondisinya bagus. Kami pun menghabiskan waktu sampai menjelang malam, saat matahari mulai tenggelam. Setelah berjalan menyusuri hamparan pasir putih yang sangat bersih, dan deburan ombaknya juga cukup indah, kami pun bergegas pulang.

Air terjun Tumpang Dua Kotabaru

Air terjun Tumpang Dua, berjarak 14 kilometer dari pusat kota. Air terjun tumpang dua merupakan kawasan objek wisata yang menarik, indah dan sejuk dengan fasilitas kolam renang alami dengan suasana alam pegunungan yang jarang terdapat di daerah lain.



Di tempat ini air bukannya jatuh menghempas dari ketinggian melainkan mengalir deras melalui bebatuan dan tebing landau sehingga gemericik air dan sejuknya udara hutan semakin terasa. Pohon-pohon rindang menjulang di menambah keasrian menemani wisatawan bermain air atau berenang sekalian merasakan sejuknya air di air terjun tumpang dua.

Keindahan Kotabaru Dari Bukit Mamake

Kalau ingin menikmati keindahan alam Kotabaru dari ketinggian, datanglah ke bukit Mamake, letaknya tidak jauh dari pusat Kotabaru. Berlokasi di desa Sigam Kotabaru, lokasinya bisa di tempuh dalam waktu 15 menit dari pusat kota. Perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki mendaki bukit Mamake dengan waktu tempuh 30 menit.

Beberapa menyebutnya gunung, namun ada juga yang menyebutnya Bukit Mamake karena ketinggiannya yang masih dibawah 500 mdpl. Bukit “mamake” terletak sekitar 5 km dari pusat Kotabaru, jalur tracking ada 3 jalur, bisa dari jalur sarang tiung, jalur campa jawa dan pilihan di jalur ekstrim melewati Tirawan.

Sampai di atas kita lantas langsung bisa menikmati pemandangan lautan dan pegunungan. Hembusan angin kencang menemani kita menikmati sunset dan sunrise dalam satu tempat. Namun ada yang paling spesial adalah pemandangan lampu-lampu pusat kota dan lampu dari Bagan di tengah laut.

Meski terasa lelah karena melakukan pendakian, semua kelelahan itu akan terbayar dengan keindahan alam yang disajikan di bukit Mamake. Untuk para penggemar olah raga paralayang, bukit Mamake adalah pilihan tepat untuk mereka yang memiliki hobi paralayang

Wisata Hutan Meranti Kotabaru

Keesokannya, perjalanan kami tuntaskan dengan mengunjungi Wisata Hutan (eco wisata) Meranti yang berlokasi di Desa Sebelimbingan dan Gunung Sari Kecamatan Pulau Laut Utara. Terdapat jenis Meranti dan Keruing yang merupakan jenis terbaik yang ada di dunia. Meranti ( shorea sp ) ditanam oleh PT. Inhutani II pada Tahun 1976 seluas + 300 ha dengan jarak tanam 3 m x 3 m.

Lokasi tersebut berada pada ketinggian 100 – 400 meter di atas permukaan laut, terletak di Desa Sebelimbingan dan Desa Gunung Sari Kecamatan Pulau Laut Utara, Kabupaten Kotabaru. Saat ini areal tanaman Meranti tinggal U + 8,3 Ha akibat adanya kegiatan perambahan hutan dan Illegal logging.

Di lokasi ini disediakan fasilitas untuk outbound dan berbagai permainan lainnya yang menyatu dengan alam. Terdapat juga koleksi binatang yang di dalam kandang-kandang berukuran sedang. Kalau kita beruntung, rusa-rusa liar bisa kita saksikan saat mereka muncul dari balik rumput dan pepohonan.

 

Menikmati Pesona Alam Kotabaru – Wisatasiana

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *