Menikmati Sunrise di Puncak Gunung Ungaran


Perjalanan menuju puncak Gunung Ungaran untuk menikmati sunrise dilakukan oleh Aris Handaru dan kawan-kawan. Salah satu gunung berapi yang berada didi Jawa Tengah memiliki ketinggian 2050 m. Gunung Ungaran yang bertipe strato memiliki tiga puncak, yaitu Puncak Ungaran (puncak tertinggi), Puncak Botak, dan Puncak Gendol. Dari puncak gunung ini, jika memandang ke utara akan terlihat Laut Jawa sedangkan jika ke arah selatan, akan terlihat jajaran (dari kiri ke kanan) Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo dan Kendalisodo dengan Rawa Peningnya, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, dan Gunung Perahu.

Dalam pendakian ke Puncak Ungaran kali ini, Tim pendakian  Parjiya, Eka Galih S., Nizar, Aris Handaru, Ari P., Parjiya, Slamet, Irfan, Mardan, Fathoni, Osan, Hilman, Uki, Baim, Joko, Rahman, ditambah dua orang personil pendukung. Rencana jalur pendakian via desa Promasan, Boja, Kendal.

Sebelum mencapai Promasan, awal jalur pendakian, harus menuju Desa Medini. Keberangkatan menuju Desa Medini dari  Semarang pada hari Rabu  pukul 17.30 WIB. Karena waktu shalat Maghrib telah tiba, kami menyempatkan diri berhenti di RM. Sekatul, yang terkenal dengan sebutan Kampung Djowo, untuk menyantap makan malam. Dari Sekatul, kami menuju Desa Medini pukul 20.00 WIB. Desa Medini merupakan desa yang memiliki perkebunan teh yang dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara. Medan yang kami tempuh menuju desa Medini sedikit offroad, hingga akhirnya kami tiba di gerbang desa Medini. Setibanya di desa ini, kami segera melaksanakan registrasi masuk dengan membayar Rp3.000,00 per orang. Dibutuhkan kurang lebih empat puluh menit waktu perjalanan menuju Desa Medini dari RM Sekatul.



Dari desa Medini perjalanan kami lanjutkan menuju desa Promasan, di mana desa tersebut merupakan desa terakhir menuju puncak Gunung Ungaran. Medan yang kami lalui agak berat karena jalan berbatu dengan pemandangan sebelah kanan dan kiri kebun teh. Di lokasi ini hawa pegunungan sudah mulai dapat kami rasakan. Setelahnya, perjalanan berlanjut memasuki wilayah hutan dan singgah kembali di kebun teh selanjutnya. Jalan di sini tak terlampau lebar, kemungkinan hanya cukup untuk satu mobil sehingga jika berpapasan dengan mobil lain harus mencari persimpangan.

Sekitar pukul 21.30 WIB, akhirnya kami tiba juga di desa Promasan. Dengan sedikit menggigil karena hawa yang sangat dingin, sejenak kami menikmati kopi hangat di rumah warga setempat, yaitu mbah Min, sambil packing barang dan logistik yang dibutuhkan, sebelum memulai pendakian. Pada pukul 22.15 WIB, kami menuju perbatasan antara wilayah hutan dengan kebun kopi dengan menggunakan mobil ranger. Karena di lokasi ini hanya kendaraan khusus offroad lah yang dapat melalui jalur tersebut. Setelah tiga puluh menit kami lalui, medan yang berat akhirnya berakhir dan kami tiba di starting point pendakian. Tak lupa, sebelum pendakian dimulai kami sempatkan untuk berdoa bersama, agar pendakian berjalan lancar dan kondisi kami para pendaki tetap prima. Setelahnya, pendakian pun dimulai. Kami berjalan sekitar dua puluh menit hingga tiba di pos Buka’an, dimana ada gubuk tanpa dinding untuk berteduh. Di pos ini kami beristirahat sejenak sambil menikmati susu coklat.

Tak lama kemudian kami berjalan kembali melalui medan tanah yang berbatu, serta kadang kala kami harus melangkahi pepohonan tumbang yang menghalangi jalur pendakian. Di balik sulitnya medan pendakian, di belakang kami terlihat pemandangan lampu kota Semarang yang indah. Alhamdulillah, selama pendakian ini cuaca cerah, sehingga pendakian tak terganggu.

Di sepanjang jalur pendakian menuju puncak Ungaran, tidak terdapat sumber air. Hal tersebut menyebabkan kami harus membawa ransel yang bebannya tidak ringan, karena kami isi dengan dua liter air minum. Meski begitu, kami tak gentar melalui rintangan demi rintangan sepanjang perjalanan. Juga meskipun udara dingin malam hari menyelimuti, kami tetap melangkah ringan dengan diiringi nyanyian kecil dan teriakan penyemangat.

Selanjutnya: Menikmati Sunrise di Puncak Gunung Ungaran

Related Post

3 comments

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *