Penyelaman Di Perairan Pulau Sangalaki


Sekitar pukul 08.30 WITA, kami melanjutkan perjalanan untuk melakukan penyelaman di perairan Pulau Sangalaki, masih di gugusan Kepulauan Derawan, setelah beberapa hari yang lalu melakukan penyelaman di Pulau Derawan. Sekitar satu jam perjalanan, kami tiba di perairan Pulau Sangalaki. Sembilan orang diver plus dua orang diver guide, akan melakukan penyelaman di Manta Point.

Kali ini kami hendak memburu ikan Pari Manta (Manta Ray). Ikan Pari Manta biasanya hidup berkelompok di perairan pulau ini. Mereka mencari makan berupa plankton yang banyak terdapat di perairan ini. Pari Manta ini jinak dan tidak berbahaya.

Sekitar pukul 11.00 WITA, kami mulai melakukan penyelaman. Hari itu cuaca begitu tenang dan air laut tidak bergelombang. Perlahan kami turun ke kedalaman 15,2 m. Tingkat visibility di bawah laut begitu jelas, sekitar 25 – 30 m. Sambil menunggu Pari Manta, kami melihat-lihat biota laut yang ada di perairan pulau ini.

Hampir semua biota laut di perairan P. Derawan juga ada di pulau Sangalaki. Beberapa ikan jenis Unicornfish (ikan bertanduk) tampak wara-wiri di depan kami. Ikan jenis Moorish Idol dan Batfish (mirip Moorish Idol dengan sirip pendek) tampak berenang bergerombol. Ditempat ini banyak juga ikan jenis Suregeonfish (bentuk ekor seperti mata pisau) berwarna hitam dan ikan jenis Many Spotted Sweetlips (corak totol-totol hitam) berenang hilir mudik. Beberapa blue spotted fantail stingray atau pari tutul biru berukuran kecil tampak berusaha sembunyi dengan membenamkan tubuhnya di dasar laut sehingga menimbulkan riak pasir putih.



Hingga 45 menit berlalu, pari manta yang kami cari belum juga menampakkan wujudnya. Sepertinya kali ini kami kurang beruntung karena tidak mendapat kesempatan bermain-main dengan Pari Manta. Persediaan oksigen semakin menipis. Sampai akhirnya memberikan kode pada buddy untuk naik ke permukaan.

Saat kami sedang berada di safety stop, tiba-tiba salah seorang diver datang mendekat sambil membekap seekor ikan many spotted sweetlips ditangannya. Surprise…sebab, kemungkinan untuk menangkap ikan dengan tangan di dalam laut bisa dikatakan mustahil. Setelah diteliti, ternyata ikan tersebut tidak dapat melihat alias buta akibat racun yang ditebarkan nelayan untuk menangkap ikan.

Usai penyelaman pertama, kami berencana menuju Pulau Kakaban untuk bersnorkling di Danau Kakaban.

Seperti yang dikisahkan oleh Customs Diving Club di WBC.

 

Penyelaman Di Perairan Pulau Sangalaki – Wisatasiana

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *