Jalan-Jalan Sehari di Makassar

Jalan-Jalan Sehari di Makassar

Makassar yang dulu dikenal sebagai Ujung Pandang menyimpan pesona yang luar biasa terutama laut dan sejarahnya. Tapi jangan khawatir, untuk kamu nggak punya waktu banyak di ibukota Sulawesi Selatan ini. Ada beberapa tempat yang dapat dikunjungi dalam sehari. Yuk, Jokka-jokka sehari ri Mangkasa yang artinya ayo, jalan-jalan sehari ke Makassar.

Jalan-Jalan Sehari di Makassar

Kita mulai jalan di pagi hari. Waktu yang pas buat berenang cantik di pantai. Saatnya menikmati pulau Samalona dan pulau Kodingareng Keke. Berangkat menggunakan kapal nelayan dengan tarif 500-700rb (tergantung negosiasi), kita bisa berangkat dari dermaga di seberang Fort Rotterdam.

Pulau Samalona punya pesona yang luar biasa meskipun menghabiskan 30 menit perjalanan. Pasirnya putih dan bersih. Air lautnya jernih. Terumbu karang dan ikan nun jauh di dalam laut, bisa terlihat sangat jernih.  Jangan lupa ambil angle foto yang bagus. Sempatkan juga mengambil pemandangan bawah lautnya sambil snorkeling.

Lelah berenang-berenang di Samalona, kita berjemur di pulau yang pasirnya berwarna agak merah muda. Pulau Kodingareng Keke. Pulau yang bentuknya sangat unik dan tidak berpenghuni. Sebenarnya berpenghuni. Penghuni pulau ini sebenarnya beberapa kawanan kucing yang entah bagaimana bisa hidup dan berkembang biak di sini. Pulau ini cuma menghabiskan 20 menit perjalanan laut dari pulau Samalona. Pulau ini memiliki menara yang tinggi dan dermaga yang indah.

Setelah bermain-main di pulau, kita melipirkan kapal ke dermaga kembali. Nah, berhubung tempat wisata terdekat dermaga adalah Fort Rotterdam, ayo kita hunting-hunting foto di benteng-bentengnya yang keren.

Berdasarkan dari miniaturnya, benteng yang dibangun pada tahun 1545 oleh raja Gowa ke-9 ini berbentuk seperti seekor penyu yang akan turun ke lautan, lho. Ini sesuai dengan filosofi bahwa Penyu dapat hidup di darat dan laut, dengan harapan agar kerajaan Gowa dapat berjaya di darat maupun laut. Benteng-bentengnya dibangun menggunakan batu padas dari pegunungan Karst, yang sebelumnya hanya dibangun dengan material tanah liat. Wah, ini baru namanya wisata sejarah. Nah, untuk memperdalam pengetahuan mengenai sejarah kebesaran Makassar (Gowa-Tallo) silahkan mampir juga ke Museum La Galigo sekaligus membeli pernak-pernik hasil karya penduduk sekitar, yah.

Sudah lapar? Saatnya makan makanan khas Makassar. Kita melipir sedikit ke Jl. Bali. Mie Anto, itu spanduk yang tertera di depan warung mie titi. Mie kering Makassar yang disiram kuah kental panas dengan daging ayam, sayur dan udang. Wah, ini makanan yang enak sekali.

Seteleh puas makan, mari melihat indahnya sunset pantai Losari. Siapkan kamera dan ambil foto silhouette yang keren sambil menikmati pisang epe yang luar biasa di depan pantai. Silahkan pilih topping yang pas. Gula merah alias original, durian, cokelat, keju, ah pokoknya enak semua. Wah indahnya dunia. Sempatkan beli oleh-oleh kain tenun, madu dan sebagainya di sekitaran Pantai Losari yah.

kuliner makasar
Pisang epe, Pallubasa, Jalangkote Lumpia Lasinrang

Selanjutnya, kita makan-makan lagi!. Kali ini kita mencoba Pallubasa. Makanan yang bahan utamanya adalah isi perut sapi atau kerbau.

Menariknya, Pallubasa ini disajikan panas-panas dan dituangkan kuning telur yang masih mentah. Jadi, bisa dibayangkan kuahnya yang kental sekali. Pallubasa yang terkenal. Ini bisa kita kunjungi di Jl. Serigala.

Nah, yang perlu diperhatikan, jangan lama-lama yah makannya, karena di belakangmu pasti sudah ada orang-orang yang mengantri.

Mengakhiri wisata kita yang hampir seharian, mari sempatkan foto-foto di Monumen Mandala pembebasan Irian Barat di malam hari. Kenapa malam? Karena lampu-lampu warna-warni akan menyoroti monumen ini. Sehingga kita bisa mengambil banyak hasil foto yang bagus-bagus di sini. Jangan lupa juga untuk mengingat sejarahnya. Monumen empat lantai ini dibangun untuk memperingati perjuangan rakyat Indonesia dalam merebut kembali Irian Barat (Papua) dari tangan penjajah Belanda pada tahun 1962. Monumen ini ada di jalan Jenderal Sudirman.

Wisata pulau sudah, wisata sejarah sudah, wisata religi sudah, wisata kuliner sudah, saatnya membeli oleh-oleh. Jalangkote dan Lumpia Lasinrang, boleh di coba. Jalangkote ini agak mirip dengan pastel, hanya kulitnya lebih tipis dan di makan menggunakan sambal cair campuran cuka dan cabe. Isiannya daging, sayuran, kentang, telur rebus dan mihun. Nah, kalau lumpianya berisi bengkoang, jadi cocok untuk kita-kita yang tidak suka aroma rebung yang menyengat.

Tips Wisata Singkat Ke Makasar

Jika memang sengaja berkunjung ke Makasar cuma sehari atau memang nggak punya waktu banyak, tenang. Ada beberapa tips yang bisa kamu dapatkan.

  1. Pertama, booking hotel sebelum tiba di Makassar. Ini lumayan menghemat waktu kamu untuk mencari hotel setelah tiba.
  2. Kedua, menginaplah di lokasi yang menjadi central dari semua wisata, misalnya daerah pantai Losari. Kamu bisa pilih hotel dengan rate yang variatif kalau kamu pesan sebelum berangkat.
  3. Ketiga buatlah rencana perjalanan yang sudah mencakup wisata alam setempat, wisata kuliner dan wisata oleh-oleh.
  4. Keempat, jangan lupa handphone atau kamera untuk bukti kamu pernah ke Makasar.

Nah, lengkap sudah jalan-jalan sehari kita di Makassar. Semoga menginspirasi dan jangan lupa setiap berwisata, untuk tetap melestarikan keindahan dan Keep It Clean.

Ditulis oleh:

 

Jalan-Jalan Sehari di Makassar

Recommended For You

About the Author: Wisatasiana

Sekedar berbagi kisah perjalanan wisata dan informasi tentang pariwisata secara umum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *