Matahari Pagi di Puncak Hanoman Gunung Kendalisodo


Menikmati semburat matahari pagi di puncak Hanoman Gunung Kendalisoda yang berjarak 4 Km dari kecamatan Petungkriyono Kabupaten Pekalongan Jawa tengah ini, menciptakan kesan tersendiri.

Perjalanan menuju puncak puncak Hanoman Gunung Kendalisoda kali ini dimulai pukul 20.30 WIB dari Petungkriyono, Pekalongan agar bisa menikmati suasana malam dan ingin menikmati semburat merah dari ufuk timur. Untuk menuju pos pendakian tetap melewati jalan aspal tua dengan medan lebih berat ketika memasuki wilayah pendakian. Pos Pendakian berada di wilayah perkampungan, disini kami istirahat sejenak, mengisi buku administrasi, dan dengan ditemani udara dingin pegunungan, kami menikmati makan malam. Entah karena doyan atau lapar bekal nasi bungkus yang kami bawa menjadi makanan paling lezat sedunia



Waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB, Kami melanjutkan perjalanan dengan jalan kaki, tracking, menuju puncak Hanoman gunung Kendalisodo yang diperkirakan sekitar 30-45 menit oleh pemandu kami. Hamparan kebun sayur milik warga mengawali perjalanan kami pada jalan setapak, rimbun semak belukar dan pohon pinus yang diterangi cahaya malam selalu menemani. Beberapa lokasi tracking memang cukup terjal dan tanah yang agak labil mengharuskan kami untuk berpegang pada akar dan tali.

Di tengah tracking terdapat beberapa gardu pandang dan sejenak kami istirahat dan mengabadikan keindahan malam ini. beberapa kali mencoba mengambil foto. Banyak diantara anggota rombongan kami, yang baru pertama kali naik gunung ditambah lagi body dan bawaan yang cukup berat membuat perjalanan cukup lama namun sangat menyenangkan. Akhirnya, puncak Hanoman Gunung Kendalisodo dengan ketinggian 1695m dari permukaan laut, dapat kami capai dengan waktu 30 menit……lebih 1 jam.

Di puncak hanoman, kami disuguhi pemandangan yang sangat indah diterangi bulan purnama. Api unggun menghangatkan udara yang cukup dingin ditemani teh manis, jagung bakar ketela bakar dan jadah bakar, logistic memang sangat meyakinkan. Ada beberapa teman yang masuk tenda untuk istirahat, ada yang sibuk foto foto, dan tetap ada yang bakar-bakar logistik di api unggun sambil bercengkerama, sayang kalau malam seperti ini dilewatkan begitu saja

Kurang lebih pukul 5 semburat merah nampak dari ufuk timur dari balik barisan pegunungan, detik detik sunrise di puncak Hanoman Kendalisodo, hamparan lembah dan gunung mulai kelihatan, hangat terasa saat sinar matahari mengenai kulit, momen yang kami nikmati bersama dengan mengabadikannya.

Related Post

One comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *