Muara Jambi Kompleks Candi Terluas di Asia Tenggara

Saat traveling ke Kota Jambi belum puas rasanya kalau tidak menyambangi kawasan Candi Muara, cagar budaya yang diperkirakan sudah berusia ratusan tahun. Kompleks percandian ini terletak di Kecamatan Maro Sebo, Kabupaten Muara Jambi, tepatnya di tepi Sungai Batang Hari, sekitar 26 kilometer arah timur Kota Jambi.

Kompleks Candi Muara Jambi 

Kompleks Candi Muara Jambi

Situs purbakala kompleks Candi Muara Jambi adalah sebuah kompleks percandian agama Hindu-Buddha terluas di Asia Tenggara yang kemungkinan besar merupakan peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Melayu.

Candi tersebut diperkirakan sudah ada sejak abad ke-7 sampai ke-12 Masehi. Candi Muara ini pertama kali dikenal dari laporan seorang perwira angkatan laut kerajaan Inggris bernama S.C. Crooke pada tahun 1820.

Selanjutnya, antara tahun 1936-1937, F.M. Schnitger, seorang sarjana Belanda yang melakukan perjalanan ke tempat-tempat peninggalan purbakala di Pulau Sumatera, antara lain di Lampung, Palembang, Batak, dan termasuk Jambi, menyebut nama-nama candi yang ada di kompleks Candi Muara, antara lain Astano, Gumpung, Tinggi, Gudang Garem, Gedong I, Gedong II, dan Bukit Perak

Pada masa pemerintahan Indonesia, melalui Jawatan Purbakala pada tahun 1954, dibentuk tim survei yang dipimpin oleh ahli purbakala R. Soekmono untuk melakukan peninjauan terhadap peninggalan-peninggalan purbakala di Sumatera bagian selatan, termasuk Muara Jambi. Tujuannya ialah menginventaris lokasi peninggalan purbakala di Sumatera.

Selanjutnya, pada tahun 1976, untuk pertama kalinya dimulai kegiatan pelestarian candi-candi di Muara Jambi oleh Direktorat Sejarah dan Purbakala, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (saat ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan).

Kondisi reruntuhan bangunan candi pada waktu itu hampir semuanya masih diselimuti vegetasi hutan, pekerjaan pertama yang dilakukan yaitu membersihkan lokasi untuk menampakkan reruntuhan bangunan bata.

Candi-candi di Muara Jambi

Candi Tinggi

Bangunan candi ini berdiri di atas lahan seluas 2,92 Ha. Di sekeliling bangunan candi terdapat tembok pagar dan gapura parit pada bagian luar temboknya. Di sisi timur dan barat tembok keliling candi terdapat gapura yang dibuat dari bata. Sisa bangunan gapura yang ada di sisi timur diduga merupakan pintu masuk utama halaman candi karena ukurannya lebih besar jika dibandingkan dengan runtuhan gapura di sisi barat. Bagian yang diberi pagar keliling luasnya sekitar 7.000 meter persegi (75 x 92,5 meter)

Candi Tinggi I

Candi Tinggi I terletak di sebelah selatan dari Candi Tinggi dan sebelah timur dari Candi Gumpung. Ketika pertama kali ditemukan, candi ini masih berupa gundukan tanah berisi pecahan-pecahan bata serta tertutup vegetasi. Ada indikasi penggunaan Candi Tinggi I sebagai bangunan suci mengalami perkembangan dari suatu periode ke periode berikutnya sesuai dengan dinamika pendukung ritual masa tersebut.

Candi Gumpung

Candi Gumpung memiliki halaman yang dibatasi dengan pagar keliling berbentuk bujur sangkar 150×150 m. Bangunan induk yang ada di situs ini berukuran 17,9×17,3 m menghadap ke arah timur, sesuai dengan kedudukan gapura utama yang menghadap ke timur.

Candi Koto Mahligai

Candi Koto Mahligai merupakan salah satu candi yang terjauh di kawasan Cagar Budaya Muara Jambi. Letaknya sekitar 900 meter ke arah barat laut dari Candi Kedaton. Candi Koto Mahligai di Kawasan Cagar Budaya Muara Jambi masih berupa gundukan tanah.

Candi Kedaton

Candi Kedaton dengan luas 55.850 m² dibatasi pagar keliling terbuat dari bata. Sedangkan bangunan induk luasnya 28,13×25,5 m dengan bata isian berupa batu kerakal berwarna putih. Adanya struktur batu kerakal ini cukup unik, karena seluruh bangunan candi di Muara Jambi berstruktur bata isian.

Candi Gedong I

Candi Gedong I berdiri di lahan seluas 5.525 m² memiliki tata ruang yang terpisah-pisah dengan beberapa bangunan yang masing-masing dibatasi oleh struktur bata dan pada sisi luar dikelilingi pagar serta gapura di sisi timur. Pagar yang mengelilingi situs candi ini berukuran 65×85 m, sedang bangunan induk berdenah bujur sangkar berukuran 14,5×14,5 m.

Candi Gedong II

Candi Gedong II berada di sisi barat Candi Gedong I, berdiri di lahan seluas 75×67,5 m dikelilingi pagar bata dengan pintu gerbang di sisi timur. Di dalamnya terdapat sebuah bangunan induk dan dua buah bangunan pendukung.

Reruntuhan yang berhasil ditampakkan adalah Candi Tinggi, Tinggi I, Gumpung, Kotomahligai, Kedaton, Gedong I, Gedong II, Astano dan Kembarbatu. Untuk mengungkap kepurbakalaan Candi Muara Jambi, mulai tahun 1981 hingga saat ini Pusat Penelitian Arkeologi Nasional terus melakukan penelitian arkeologi di Muara Jambi agar bisa menjadi salah satu tujuan wisata Sumatera.

 

Muara Jambi Kompleks Candi Terluas di Asia Tenggara

Recommended For You

About the Author: Wisatasiana

Sekedar berbagi kisah perjalanan wisata dan informasi tentang pariwisata secara umum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: