Catatan Perjalanan ke Garasi PO. Sumber Group


Wisatasiana mencoba menulis ulang perjalanan ke Garasi PO. Sumber Group (sumber group) yang dahulu lebih dikenal dengan nama PO Sumber Kencono di Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Tulisan ini merupakan catatan perjalanan dari opowaeono dan paaluppie yang ditulis oktober 2013 untuk mendapatkan informasi hubungan antara  PO. Sumber Group dengan SGLoverz (Komunitas Pecinta Bis Selamat Group) sebagai bahan untuk menyelesaikan Skripsi. Kita ikuti kisah selengkapnya yang telah di-modifikasi tanpa mengubah maksud dan tujuan.

Berangkat dari rumah sekitar pukul 21.00 WIB dan sampai di Terminal Penumpang Bus Yogyakarta Giwangan sekitar setengah 10 malam. Setelah menitipkan sepeda motor di penitipan 24 jam Kami berjalan lewat peron dan membayar 1000 rupiah (peron untuk 2 orang) agar kami dapat masuk terminal. Bus Sumber Selamat W 7017 UZ “The Buaya Bus” yang akan kami naiki nantinya, berdasar dari saran om @wawanpepe. Dikenal dengan sebutan “Buaya Bus” dengan tertempelnya stiker di kaca pintu depan kiri. menurut Om @wawanpepe kalau pengin tidur naik bis ini aja. Nah ini, 22:30 WIB bis ini meninggalkan Giwangan.



Benar saja, RPM dari Hino AK8 ini selalu di putaran tinggi. Gaya pembawa driver kali ini kenceng tapi halus. Halus ketika perpindahan gigi persneling tidak terasa tersentak. Pembawaan yang halus menurut saya, keluar giwangan terus berjalan cukup kencang sambil menyisir jalanan mencari penumpang. Tanpa babibu, perjalanan bus terus melaju ke arah solo. Inilah mengapa bus-bus Sumber terkenal dengan ketepatan waktu. Memasuki perbatasan prambanan DIY-Jateng, penumpang mulai penuh. Ditambah dengan gerimis rintik-rintik di sepanjang perjalanan jogja. Dengan gaya khas bus-bus Sumber, tetap tidak menurunkan RPM di kala hujan. Tetap dengan gaya gesit menyalip truk, bus dan kendaraan kecil dengan kecepatan tinggi. Kecepatan tinggi yg saya maksud adalah range 80-100Km/Jam : masih dalam batas kecepatan untuk perjalanan jarak jauh.

Memasuki Terminal Solo, 7017 UZ sekitar jam 23.30. Jogja-Solo yang ditempuh sekitar hanya 1 jam. Selepas solo bis ini cukup memberikan suguhan manuver yang keren. Tapi manuver-manuver yang dilakukan tidaklah berbahaya, kencang dan halus Gaya 7017 UZ. Yang menarik di 7017 UZ ini adalah lampu jarak jauhnya kadang berkedip secara bergantian kanan dan kiri. Sang Driver pun juga selalu membunyikan klaksonnya ketika melewati jembatan-jembatan. Cukup puas sudah naek 7017 UZ ini sampai surabaya.

Memasuki Terminal Bungurasih sekitar pukul 04.30 pagi hari. Sang Kernet bertanya kepada saya. “Mau kemana mas?” dengan gaya logat Suroboyonan, saya jawab, “Mau ke garasi pak.” “Garasi sumber tah, bareng ae mas…?” Tapi karena kami harus ke Pasuruan dulu, saya mengucapkan terima kasih ke pak Driver dan pak Kernet. Semoga ketemu lagi.

Selanjutnya: Ke Garasi PO. Sumber Group

Related Post

One comment

  1. Iki Hloo rajane jalanan wilayah Jatim & Jateng…skag wis mundak anteng gak koyo mbien ….semoga makin jaya Sumber Kencono cs

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *