Ryokan Penginapan Tradisional Jepang

Ryokan sebagai satu dari tipe fasilitas akomodasi yang ada di Jepang. Ryokan memiliki sarana dan style bangunan dengan arsitektur Jepang. Ryokan memberinya nuansa tradisionil yang lain dengan hotel kekinian secara umum. Beberapa pengunjung yang bermalam di sini akan rasakan pengalaman menikmati kultur asli dari Jepang. Dimulai dari dekor dan arsitektur style Jepang, nikmati minuman dan makanan ciri khas Jepang, dan mandi di pemandian air panas.

Ryokan Penginapan Tradisional Jepang

Pengertian Ryokan

Dalam Japan Guide disebutkan bahwa Ryokan adalah penginapan bergaya Jepang yang berada di seluruh negeri, terutama di tempat resort sumber air panas. Lebih dari sekadar tempat untuk tidur, ryokan adalah kesempatan untuk merasakan pengalaman dengan gaya hidup dan keramahtamahan tradisional Jepang, menggabungkan unsur-unsur tradisional seperti lantai tatami, kasur futon, pemandian gaya Jepang (onsen), dan masakan lokal. Yang menjadikan ryokan menjadi populer bagi turis Jepang maupun turis asing”.

Pendapat lain tentang pengertian ryokan adalah fasilitas penginapan yang beroperasi di bawah Ryokan Gyouhou (Undang-undang yang mengatur tentang bisnis ryokan). Menurut Undang-Undang Penegakan Hukum Bisnis Ryokan, ryokan adalah fasilitas akomodasi yang sebagian besar memiliki struktur dan fasilitas gaya Jepang, seperti kamar dan futon bergaya Jepang. Luas lantai kamar tamu bergaya Jepang adalah 7 ㎡ atau lebih”.

Ryokan dalam tulisan bahasa Jepang adalah 旅 館 りょかん . Ryokan terdiri dari 2 huruf kanji. Pada kanji yang pertama 旅 (ryo) berarti perjalanan. Dan kanji 館 (kan) yang berarti gedung atau istana.

Penggunaan kanji 旅 (ryo) yang berarti perjalanan atau sebuah aktivitas untuk menuju ke suatu tempat. Kanji 旅 memiliki makna “berwisata”. Cara baca kun-yomi dari kanji 旅 adalah たび dan cara baca on-yomi dari kanji 旅 adalah り ょ. Kanji 旅 memiliki sepuluh coretan dalam penulisannya.

Berdasarkan dari pernyataan diatas dapat disimpulkan bahwa 館 (kan) memiliki arti bangunan besar, tempat tinggal, rumah penginapan, bangunan umum, balai latihan untuk sarana sekolah.

Dari pengertian ryokan di atas, dapat disimpulkan bahwa ryokan adalah penginapan tradisional Jepang yang mempunyai gaya arsitektur Jepang, di dalam ryokan terdapat aturan-aturan tradisional Jepang dan budaya Jepang yang akan membuat pengunjung merasakan keaslian kultur dari negara Jepang. Ryokan biasanya terdapat Onsen yang menjadi salah satu daya tarik dari ryokan.

Sejarah Ryokan

Riwayat ryokan pertama kalinya diketemukan pada masa Nara (710-784). Di saat itu diberi nama sebagai fuseya, yang disebut rumah peristirahatan gratis disiapkan oleh biksu Buddha untuk menolong wisatawan, terutamanya untuk gyouki yang yang hendak jadi imam besar Buddha.

Pada masa Heian (794-1191), situs keagamaan Buddha jadi terkenal untuk kelompok keluarga kekaisaran dan bangsawan. Oleh karenanya dibuatlah pemondokan disekitaran tempat kuil untuk fasilitas mereka. Pada periode Heian, pemondokan ini disebutkan shukubo.

Di periode Kamakura (1192-1333) ada pemondokan murah yang disebutkan dengan kichin yado. Di pemondokan ini tidak disiapkan makanan. Pembayaran yang dibutuhkan untuk bermalam di sini cuman kayu yang dipakai untuk mengolah makanan wisatawan tersebut.

Pada periode Edo (1603-1867) jalan raya telah ada dan ekonomi Jepang sedang berkembang. Selanjutnya untuk menolong orang yang lakukan perjalanan, dibangunlah hatago. Perbedaannya hatago dengan kichin yado ialah pada pemondokan hatago disiapkan makanan.

Di periode ini melancong bebas dari satu tempat ke arah tempat lain dengan cara resmi tidak dibolehkan, terkecuali yang mempunyai tujuan memiliki sifat keagamaan. Meskipun begitu ketentuan ini tidak demikian tegas hingga banyak beberapa orang yang masih tetap melancong. Yang selanjutnya beberapa tempat di Jepang jadi terkenal seperti toujiba (pemandian air panas untuk therapy) dan berkembang jadi ryokan.

Pada periode reformasi Meiji, ryokan banyak dibangun di dekat stasiun kereta api. Di tahun 1950 saat perang, ekonomi Jepang bertambah. Ryokan dibangun satu per satu pada lokasi rekreasi dan tempat sumber air panas. Walau pada jaman modern saat ini telah banyak pemondokan yang lebih kekinian, ryokan masih tetap jadi opsi untuk pelancong yang ingin nikmati budaya Jepang seutuhnya.

Ryokan sebagai Akomodasi Pariwisata

Terdapat ryokan yang dikhususkan untuk akomodasi keluarga kecil maupun ryokan yang berada di dekat tempat wisata atau disebut juga dengan resort. Ryokan juga bervariasi berdasarkan harga. Harga ryokan selalu per-orang per-malam. Harga biasanya termasuk sarapan dan makan malam. Kamar umumnya dapat menampung 4 orang. Harga lebih murah ketika 4 orang berbagi ruang (sewa 2 untuk 4 orang). Kebanyakan ryokan tidak menerima pengunjung yang menginap sendirian.

Walaupun dengan konsep yang tradisional, justru ryokan ini bisa lebih mahal dibandingkan dengan hotel modern yang ada di kota besar. Karena ryokan memiliki ciri khas yang mengutamakan budaya tradisional Jepang. Kamar penginapan ini mempunyai ciri khas dengan beralaskan tatami. Pengunjung disediakan pula yukata untuk dipakai di area ryokan tersebut. Dan juga terdapat pemandian air panas (onsen).

Pada umumnya ryokan berada di tempat wisata atau daerah yang jauh dari kota, maka untuk pergi ke sana harus melakukan perjalanan wisata. Dari semua fasilitas yang disediakan oleh pihak ryokan, terdapat petugas penginapan yang melayani tamu selama menginap di ryokan. Petugas ini disebut juga dengan nakai.

Nakai adalah orang yang membantu melayani tamu mulai dari pertama check in sampai mengurusi proses check out. Petugas nakai harus memiliki keterampilan dalam menangani tamu yang menginap di ryokan. Nakai bekerja memberikan kepuasan terhadap pelayanan yang terdapat di ryokan.

 

Ryokan Penginapan Tradisional Jepang

Recommended For You

About the Author: Wisatasiana

Sekedar berbagi kisah perjalanan wisata dan informasi tentang pariwisata secara umum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: