Cerita Keluarga Dalam Menikmati Liburan


Banyak keluarga mempersiapkan untuk bersama menikmati masa liburan panjang sekolah. Liburan tidak selamanya berbiaya mahal, kesempatan memanfaatkan fasilitas terkait pekerjaan termasuk sebuah strategi menikmati liburan. Saya coba mendekati kawan-kawan yang memang senang menikmati liburan.

Bagaimana proses menentukan tujuan, menjalaninya bahkan mengganti tujuan tempat liburan, merupakan hal yang memperkuat kemampuan anggota keluarga dalam membangun kebersamaan dan kesatuan keluarga dapat kita ikuti tutur mereka sebagai bahan renungan yang memperkaya wawasan. Berikut ini ceritanya.

Menikmati Liburan Bersama Keluarga

Dyah, seorang manajer program, 45 tahun, yang sering menjalani rute penerbangan dalam negeri maupun bepergian ke luar negeri, mengambil kesempatan liburan tahun ini ke negeri kanguru. Ia dan ketiga anaknya (berumur 17, 15 dan 7 tahun) telah jauh hari menyiapkan dokumen perjalanan, tempat berlibur, apa yang akan dilihat dan dinikmati, siapa yang terlibat didalamnya, tempat menginap. Dyah senantiasa menyiapkan liburan setahun sebelumnya, dengan mempertimbangkan anggaran yang tersedia dengan maksud memberi imbalan atas prestasi anak, memperluas wawasan mereka, mendekatkan diri satu sama lain sambil memotivasi ke arah cita-cita mereka. Biasanya ia berlibur ke tempat adik-adiknya tinggal sehingga efisiensi biaya akomodasi dapat dilakukan.

Utami, 45 tahun, wakil direktur sebuah organisasi, bersama suami yang direktur sebuah perusahaan perkapalan dan keluarga besarnya menjalani liburan di Pangandaran pada bulan lalu. Ketika itu air gelombang pasang laut meninggi. Pemerintah daerah setempat mengumumkan bahwa wilayah tersebut tidak aman dari terpaan gelombang laut, maka mereka sesampainya di Pangandaran memutuskan mengalihkan rute perjalanan ke Garut dan menikmati keindahan bumi Garut. Keluarga ini lebih sering berliburan bersama keluarga besar, satu nenek dengan banyak cucu. Tujuannya lebih pada mengakrabkan para anggota keluarga, mempelajari hubungan hirarki generasi pertama sampai ketiga, memahami posisi dan peran masing-masing.



Nani, 57 tahun, hampir dipastikan tak pernah merencanakan cuti sepanjang hidupnya. Perjalanannya ke berbagai negeri karena tugasnya seringkali dimulai atau diakhiri dengan perjalanan ‘cuti’. Jadwal tugasnya biasanya dapat diadaptasi oleh anaknya. Tugas ke Eropa di bulan Juli misalnya, membuat sang anak dapat mengawal ibundanya. Hitung-hitung gratis hotel dan kemudahan mendapatkan visa. Ketika ia bekerja di suatu tempat selama beberapa hari, anaknya dapat menikmati perjalanan di sekitar tempat tersebut yang tujuannya telah dipelajari sebelumnya melalui internet. Biasanya Nani akan memperpanjang masa tinggal di negeri tempat tugasnya dua hari, agar dapat bersama anaknya menikmati keindahan pemandangan, menelusuri museum yang menggambarkan sejarah negeri maupun sejarah kerajaan dan intrik-intriknya. Topik pembicaraan dengan anak adalah diskusi tentang kebesaran sebuah negeri, kejayaan pemimpinnya, dan kejatuhan negeri karena kegagalan atau kekalahan pemimpinnya, menjadikan pencerahan pikiran dari pembelajaran keberhasilan dan kegagalan seorang tokoh negeri.

Frans, 60 tahun senantiasa memperpanjang masa tinggalnya selama beberapa hari di tempat ia ditugaskan sebagai konsultan, sebelum ia kembali ke Jakarta. Ia kemudian menikmati perjalanan ke hutan, gunung, danau atau laut seorang diri. Dikatakannya, kala menikmati pemandangan membuatnya merasa dekat dengan Tuhan sambil merenung apa yang telah, sedang dan akan dilakukannya. Ia hanya memerlukan tambahan sedikit uang hotel untuk dapat menikmati hidupnya dengan alam, sementara transportasi sudah masuk dalam biaya perjalanan konsultannya.

Oleh Ratna Sugeng seorang Psikiater

 

Cerita Keluarga Dalam Menikmati Liburan – Wisatasiana

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *