Bermain Kayak di Sungai Panjshir Afganistan


Meski konflik di Afganistan sudah berlangsung lama, selama 15 tahun, namun tidak menyurutkan niat sekelompok orang dari Eropa untuk berangkat ke Afganistan. Mereka adalah pemain kayak pertama yang menjelajahi lembah Panjshir yang tenang, yang berlokasi sekitar 140 km di sebelah utara ibu kota Afganistan, Kabul.

Sebelum pergi ke Afganistan mereka merasakan kekhawatiran yang tak pernah mereka rasakan selama ini. Saat ada di sana, seperti ada di tempat lain. Di setiap tempat pasti orang-orangnya sama. Ada yang baik, ada juga yang buruk. Tempat ini berbeda. Mereka merasa amat aman dan tenang

Sekelompok orang dari Eropa dengan perahu kayak warna-warni tengah mengarungi arus air di pegunungan Utara Afganistan.

Seorang pemain kayak asal Skotlandia, Callum Strong mengatakan pendapatnya, Sungai Panjshir menawarkan salah satu pengalaman bermain kayak terbaik di dunia. Bersama 3 orang temannya, Callum menghabiskan waktu luangnya dengan berkeliling dunia demi bisa menemukan arus air yang menarik untuk diarungi.

“Kami tertarik dengan Afganistan sejak lama. Semua yang kami dengar berita buruk. Ada banyak hal baik selain yang dilihat di berita. Kami senang ada di sini untuk melihat Afganistan yang sebenarnya. Sungai-sungainya juga,” ujar Callum.



Tiga orang teman Callum, Joe Rea Dicking dari Inggris, James Smith dari Skotlandia, dan Kristof Stursa dari Austria juga baru saja menyelesaikan kuliah. Mereka adalah pemain kayak amatir yang bertemu karena hobi berolahraga ini. Menggunakan biaya sendiri, berangkatlah mereka ke Afganistan dengan membawa kayak masing-masing.

Mereka menyewa agen wisata setempat untuk membantu mereka membawa barang bawaan, mengurus perizinan dari pihak keamanan, dan mengawal mereka ketika melewati area berbahaya. Selama 10 hari mereka mendayung di sepanjang aliran Sungai Panjshir dan memperkenalkan olahraga tersebut kepada warga setempat.

Pansjshir dianggap sebagai salah satu kawasan teraman di Afganistan. Jalan-jalan yang ada di sana ditutup bagi orang asing. Mereka harus mendaftarkan diri kepada pihak keamanan dan menjelaskan alasan kunjungan agar dapat memasuki kawasan tersebut. Banyak orang datang ke sana untuk menikmati ketenangan, selain juga lingkungannya yang alami dan produksi hasil alamnya seperti yoghurt dan madu. Namun mungkin mereka akan datang untuk bermain kayak. Jika usaha yang dilakukan oleh 4 orang pecinta kayak ini berhasil.

Setelah mengarungi arus sungai selama seminggu, mereka mengadakan pelatihan kayak guna melatih warga setempat yang tertarik dengan olahraga tersebut. Tim sepakbola Panjshir menunjukkan kemampuannya setelah mengikuti pelatihan kayak. Mungkin masih butuh beberapa tahun lagi bagi Afganistan untuk bisa memiliki klub kayak sendiri. Namun Callum Strong dan teman-temannya berharap kunjungan mereka akan diikuti oleh orang lain sehingga bisa menikmati keindahan sungai Panjshir.

 

Kayak di Sungai Panjshir Afganistan – Wisata Mancanegara

Related Post

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *